PIDATO BEM UNLAM 2011 2012



PIDATO BEM UNLAM 2011 2012
Yang kami hormati Rektor Unlam Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ruslan, MS
Yang kami hormati Pemabantu Rektor III Prof .Dr..Ir.H.Idiannor Mahyudin,M.S
Yang kami hormati Ketua-Ketua UKM dan BEM-BEM Fakultas
Yang kami hormati dan  kami banggakan rekan-rekan mahasiswa tim pemenangan
Dan hadirin sekalian yang berbagahagia
Alhamdllh..Puji syukur..
Salawat..

Burung merpati makan semangka
Burung dara makan durian
Mari kita bekerjasama
Tanamkan iman didalam dada

Banyak urang manjual rupa
Manis di bibir penderan licin
Pilihlah urang nang bijaksana
Urang nang patut jadi pamimpin

Jalannya manjadi lurus
Kalau kapal ada nakhoda
Unlam manjadi bagus
Kalau pamimpin bujur ahlinya





Atas berkat Rahmat Tuhan  Yang Maha Esa dan dengan didorong oleh keinginan luhur untuk membentuk suatu wadah Organisasi Kemahasiswaan Tingkat Universitas Lambung Mangkurat yang mampu untuk memenuhi seluruh potensi dan aspirasi mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat serta mewujudkan suatu kehidupan kampus yang agamis, demokratis, aspiratif, positif, responsif, transparan juga menciptakan intelektual kampus yang berwawasan kerakyatan serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. DEMA UNLAM didirikan pada tanggal 9 Desember 1998. Organisasi Keluarga Mahasiswa tingkat Universitas Lambung Mangkurat ini, adalah wadah untuk mewujudkan cita – cita seluruh Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, serta sebagai jawaban atas perkembangan dan tuntutan zaman. KM Unlam didirikan di Banjarbaru pada tanggal 18 Mei 2011
Mahasiswa takut dengan Dosen,
Dosen takut dengan Dekan,
Dekan takut dengan Rektor,
Rektor takut dengan Menteri, Menteri takut dengan Presiden,
Presiden takut dengan Mahasiswa…! Alhasil, (Puisi ironi Taufik Ismail)

 Apa yang terlintas dalam benak kita ketika berbicara tentang "mahasiswa"? Dulu, jika berbicara tentang mahasiswa berarti berbicara tentang perubahan, berbicara tentang perubahan berarti berbicara tentang mahasiswa. Hal tersebut merupakan hal yang wajar, mengingat berbagai gelar dan status yang disandangkan kepadanya, yaitu sebagai agen perubahan (agent of change), iron stock dan social control. Mahasiswa sebagai agent of change memiliki artian bahwasanya ia terbuka dengan segala perubahan yang terjadi di tengah masyarakat sekaligus menjadi subjek dan atau objek perubahan itu sendiri. Dengan kata lain mahasiswa adalah aktor dan sutradara dalam sebuah pagelaran bertitelkan perubahan.Selain itu, mahasiswa pun diharapkan dan menjadi harapan untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan yang memiliki kemampuan intelektual, tangguh dan berakhlak mulia. Itulah yang dimaksud mahasiswa sebagai iron stock, sebagai tonggak penentu bangsa.
Peran mahasiswa sebagai agent of change, iron stock, dan social control mengharuskan mahasiswa untuk melek dan peduli dengan lingkungan, sehingga ia akan mudah menyadari segala permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Karena bagaimanapun, hanya mahasiswa yang sadar dengan keadaanlah yang mampu dan layak mengusung perubahan. Sejarah telah mengukirkan banyak cerita tentang bagaimana peran mahasiswa dalam perubahan kondisi bangsa dan negaranya mulai dari zaman kenabian, zaman kolonialisme hingga zaman reformasi. Di Indonesia pun untuk merubah orde baru menjadi reformasi, menumbangkan rezim Soeharto siapa yang memegang kendali? Tentu mahasiswa. Disamping itu mahasiswa pun memiliki berbagai ilmu yang bisa dijadikan sebagai tonggak intelektual. Dengan ilmu yang dimilikinya, mahasiswa sebenarnya mampu untuk menjadi tonggak masa depan bangsa. Lain dulu lain sekarang. Kini, ketika berbicara tentang mahasiswa yang terbayang adalah sosok individualis dan self centered yang hanya memikirkan diri pribadi saja. Boro-boro menjadi aktor perubahan, melek keadaan sekitar pun tidak! Bisa dibilang, mahasiswa telah berubah wujud menjadi sosok autis nan apolitis yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Mahasiswa adalah kaum terpelajar, kaum intelektual. Kaum yang bisa dibilang memiliki intelegensi diatas rata-rata, sehingga dapat memberikan kontribusi positif demi peubahan dan kemajuan di tengah masyarakat. Lagi-lagi sangat disayangkan, ilmu yang mati-matian dikejar pun, bukan karena tuntunan keilmuannya, bukan pula untuk diaplikasikan dalam kehidupan, tapi semata untuk mengejar-ngejar "nilai dan karir". Sehingga apa yang terjadi? Ilmu hanyalah sebatas angin lalu karena tidak diresapi esensi dari ilmu itu sendiri. Jika mahasiswa nya saja tidak bisa menjadi tonggak masa depan bangsa, bagaimana jadinya nasib bangsa ini? Ketika mahasiswa mempunyai peran yang lebih yaitu peran intelektual dan tonggak perubahan, seharusnya mahasiswa memfungsikan peran itu. Sebagai kaum intelektual berarti menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh dan menjadikan menimba ilmu itu sebuah kewajiban dan ibadah kepada Sang Pencipta. ketika sebagai tonggak perubahan artinya mahasiswa harus peduli dengan lingkungan sekitar dan mampu untuk melakukan perubahan ditengah-tengah umat. Karena sesungguhnya umat saat ini membutuhkan mutiara-mutiaranya untuk bisa menerangi mereka dalam kegelapan. Siapa mutiara-mutiara umat itu? Mahasiswa!
Perubahan apa yang seharusnya layak diusung oleh mahasiswa. Ingat mahasiswa juga manusia. Itu artinya mahasiswa pun adalah makhluk dari Sang Kholik yang mempunyai peran juga sebagai hamba-Nya untuk melakukan setiap perbuatan sesuai dengan perintah Pencipta-Nya. Mahasiswa pun harus memiliki identitas, yakni dengan memegang teguh etika,moral dan karakter yang memunculkan keteladanan yang baik. Perubahan akan menjadi jelas jika perubahan yang diusung adalah perubahan ke arah yang lebih baik dan berprestasi. Oleh karena itu yang pantas untuk dijadikan sebagai perubahan bukan perubahan yang ecek-ecek tapi perubahan untuk mengembalikan kembali kehidupan yang jerdas dan bermanfaat  di tengah-tengah masyarakat. Karena itu adalah bukti ketundukan kita kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. Siapa yang bisa menjadi mutiara-mutiara umat, pengusung perubahan? Jawabannya tentu KITA, MAHASISWA.
 Kerangka gerakan diatas meniscayakan Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) Unlam untuk concern pada basis pemberdayaan atau lebih tegas lagi kembali kepada khitah perjuangan mahasiswa. Namun satu hal yang tetap menjadi catatan adalah posisi badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) yang berada ditengah multi orientasi dan multi kepentingan. Dan bahkan dianolgkan sebagai state miniature yang tentunya memiliki struktur diatas maupun dibawahnya sebaga satu kesatuan sistem. Oleh karena itu BEM kedepan tetap dan harus mengakomodasi seluruh kepentingan itu dengan seobjektif mungkin.





Dengan melatari hal dimaksud maka ada TIGA PROGRAM DAN KEBIJAKAN STRATEGIS atau tri konsolidasi yang segera dilakukan oleh BEM Unlam periode 2011-2012 yaitu :


Konsolidasi Struktural
Konsolidasi Intelektual dan
Konsolidasi Gerakan

Hadrin yang berbahagia…

(Satu Hati Bergerak  dengan Kebersamaan  dan Prestasi)
VISI
PROGRESIFINKLUSIF-AGRESIF- PRESTAtIf

BEM Unlam yang “progresif” berarti  Unlam yang berupaya untuk menjadi sebuah insititusi yang selalu belajar dari proses untuk menjadi lebih baik. Dalam perjalanannya, BEM Unlam yang  disadari memang telah menjalani hal-hal positif dan negatif sehingga dengan sifat progresif ini dapat dihindari pengulangan kesalahan-kesalahan yang ada. Sifat “progresif” ini juga dimaksudkan untuk upaya mencari solusi-solusi atas hal-hal klasik yang selalu melingkupi kemahasiswaan dengan cara yang terukur dan praktis, sehingga BEM Unlam  tidak hanya mengulang program-program yang memang sejak dahulu. BEM Unlam yang “ Agresif “ berarti cenderung (ingin) menyerang kepada sesuatu yang dipandang sebagai hal yang mengecewakan, menghalangi atau menghambat Dan Agresif Adalah BEM Unlam akan selalu peka terhadap isu-isu kampus yang berkembang  serta melakukan advoakasi untuk bersama-sama mencari solusi.
Sementara BEM  Unlam yang inklusif” berarti diadakannya sebuah kelembagaan yang demokratis dengan konsep pergerakan yang mencakup seluruh elemen keluarga civitas Fakultas yang ada di Unlam , baik antar program, lembaga formal seperti UKM-  serta non-formal yang mencakup kelompok ekstra kampus dan LSM,OKP serta kegiatan kepemudaan yang lainya. Dengan kata lain, BEM Unlam yang inklusif merupakan sebuah  upaya untuk mengembalikan semangat   “HARAM MANYARAH WAJA SAMPAI KAPUTING”. Dan BEM Unlam yang “Prestatif” yaitu BEM Unlam yang memiliki kreatifitas yang tinggi, denan ide-idenya serta untuk berfikir yang baru dan berbeda.

 Mengapa Progresif , Agresif , Inklusif dan Prerstatif? Keempat nilai dalam visi BEM Unlam  tersebut didasarkan oleh adanya keresahan yang telah diterima secara umum bahwa BEM Unlam telah kehilangan “ruh”-nya sebagai sebuah lembaga kemahasiswaan yang seharusnya bermanfaat dan berpengaruh, mempunyai kontribusi yang nyata bagi setiap elemen mahasiswa dan civitas akademik Yang ada di Unlam . BEM Unlam juga kerap dianggap sebagai BEM Universitas yang mati suri, dan kehilangan  strategic positioning  -nya sebagai sebuah motor pergerakan kampus yang tidak lagi melulu harus terpusat padahal-hal yang mendasar dan sibuk dengan prokernya sendiri  atau permasalahan di Internal kemahasiswaan Unlam belaka. Telah sering kita dengar pendapat mahasiswa kebanyakan bahwa ada atau tidak adanya BEM Unlam tidaklah berpengaruh besar bagi mahasiswa Fakultas-Fakultas secara umum dan tidak ada kontribusinya. Inilah ebenarnya PR kita bersama. Tawaran dari BEM Unlam : Progresif , Agresif , Inklusif dan Prerstatif  adalah sebuah upaya solusi besar untuk menumbuhkan kembali relevansi BEM Unlam bagi mahasiswa, secara khusus maupun masyarakat, Banjarmasin, Kalsel dan  Indonesia pada umumnya. BEM Unlam : Progresif , Agresif , Inklusif dan Prerstatif  adalah sebuah visi di mana para mahasiswa -baik yang menganut "kuliah pulang-kuliah pulang", "kuliah rapat-kuliah rapat". "kuliah nangkring-kuliah nangkring", mahasiswa atlet, mahasiswa pencinta seni, mahasiswa dengan segala afiliasi politik, mahasiswa yang tergabung dalam paguyuban daerah, dan lain sebagainya-untuk sekali lagi merasa sebagai satu keluarga besar  dari BEM Unlam ini sendiri.






MISI

1.    Membangun lingkungan  Unlam yang lebih baik, dengan berperan aktif dalam mewujudkan Unlam maju yang lebih mengapresiasi minat-bakat, memberikan advokasi mahasiswa secara lebih luas, beriklim ilmiah, berwawasan  Nasional dan internasional.
2.      Membangun solidaritas dan sinergisitas antara lembaga intra maupun ekstra.
3.      Membangun sarana komunikasi publik yang efektif dalam lingkungan civitas akademika dan masyarakat.
4.      Berkontribusi yang nyata terhadap peningkatan akreditasi Unlam dan Banua.
Sudah menajdi satu keharusan bagi BEM Unlam untuk memiliki akuntabilitas, kapabilitas dan kewibawaan dalam pandangan pengurus, UKM, HMJ dan organisasi internal kampus lebih-lebih organisasi eksternal kampus lainnya. Akuntabilitas, kapabilitas dan kewibawaan adalah urgensi yang haarus terpenuhi mengingat peran yang diemban begitu strategis (baik internal maupun eksternal kamppus). Jika hal ini telah terpennuhi oleh BEM maka secara otomatis akan menimbulkan  feed back  bagi BEM dan kemajuan Unlam, yakni terbangunnya Brand Image yang baik di mata Civitas Akademik Unlam. Sehingga setiap program, kebijakan dan keputusan yang dihasilkan oleh  BEM akan mendapat dukungan penuh dari pihak peerguruan tinggi dan mahasiswa yang memang terintegritas dengan BEM.
Berkaca dari perjalanan BEM yang telah ditorehkan para pendahulunya, maka insan-insan yang tergabung dalam struktur  BEM   Insya Allah pada  priode nanti  harus menganut prinsip “HARI INI HARUS LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN DAN HARI ESOK HARUS LEBIH BAIK DAARI HARI INI”. Memang tidak tidak ada manusia yang sempurna, begitu pula senior-senior BEM tidak terlepas dari kesalahan, baik dalam lingkup organisasi maupun lingkup pribadi yang berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap eksistensi BEM.
Untuk itu agar kalimat di atas tidak hanya sebatas slogan belaka, maka perlu disusun sebuah konsep yang dapat mendeskripsikan visi dan misi BEM priode nanti. Konssep tersebut disusun dalam bentuk document  “RENCANA STRATEGIS AKSELERASI PENCAPAIAN MISI BEM 2011-2012”. Rencana strategis (renstra)  ini perlu disusun agar setiap kegiatan BEM bukan tercipta melalui wacana “ujug-ujug” wacana  belaka, melainkan melalui sebuah perencanaan yang terprogram, terorganisir dan tersistematis serta terstuktur. Sehingga terwujudnya dinamisasi organisasi yang elegan dan berkesinambungan dan pada akhirnya visi yang telah ditetapkan akan tercapai.
Tanam bunga dalam jambangan
Mekar kambangnya manawan silam
Anak babangsa contoh tauladan
Menuntut ilmu mambangun Unlam

Samudra luas banyunya biru
Jauh balayar ka nagri cina
Kita bajuang bahu mambahu
Hagan mambangun Unlam  tarcinta
Mahasiswa takut dengan Dosen,
Dosen takut dengan Dekan,
Dekan takut dengan Rektor,
Rektor takut dengan Menteri, Menteri takut dengan Presiden,
Presiden takut dengan Mahasiswa…! Alhasil, (Puisi ironi Taufik Ismail)

0 Komentar

Advokat & Konsultan Hukum

DR Muhamad Pazri SH MH adalah advokat dan akademisi hukum terkemuka asal Kalimantan Selatan yang menjabat sebagai Direktur Utama Borneo Law Firm.