Selasa, 23 Juli 2013 - 10:52:30
BANJARMASIN – Komisi Peduli Kemanusiaan (KPK), Minggu (21/7) melakukan
penggalangan dana di perempatan jalan Jenderal Sudirman Banjarmasin,
depan Pasar Wadai Ramadan. Kali ini penggalangan dana dilakukan untuk
membantu Mohammad yang baru berusia lima hari.
Mohammad yang menderita penyakit Mesenchymal atau benjolan di mata ini adalah anak dari Hatriyah, warga asli Aluh-aluh yang kost di jalan .Meratus Gg.3 Telaga No.7 Banjarmasin. Sehari-harinya Hatriyah bekerja sebagai buruh di Pasar Sudimampir Banjarmasin.
Menurut Khairil, Humas KPK, penggalangan dana belum dapat dipastikan dilakukan selama berapa hari. “Kita akan mengkonfirmasi ke dokter yang menangani penyakit Moahammad dulu tentang berapa jumlah biaya untuk melakukan operasi penyakit yang dideritanya. Kalau hasil penggalangan dana hari ini mencukupi untuk biaya operasi Mohammad, maka penggalangan dana hanya dilakukan sehari saja, tapi apabila dana yang kami himpun masih belum mencukupi, berarti penggalangan dana terus kami lakukan selama kira – kira tiga hari.
Penggalangan dana yang melibatkan langsung para anggota BPK Banjarmasin, anggota Tim Emergency Banjarmasin, mahasiswa, dan sejumlah wartawan media cetak serta masyarakat pada hari Minggu tadi berhasil menghimpun dana senilai Rp 10.976.000 dari para penyumbang yang kebetulan melewati perempatan jalan Sudirman maupun para pengunjung pasar Ramadan Banjarmasin.
“Selain penggalangan dana langsung di jalanan, kami juga menghimpun dana melalui rekening BNI, atas nama KPK : 0283601826. Sedari hari ini sudah ada beberapa orang donatur yang menyumbang melalui nomor rekening tersebut, dan besok hari senin, jumlah dana pada hari ini akan kami gabungkan dengan jumlah dana yang dihimpun dari beberapa donatur yang mengirimkan sumbangan melalui rekening”, ujar Pazri, Ketua KPK.
Sekarang, Mohammad sudah dirawat di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin ruang Teratai sejak Jumat (19/7) lalu dan sangat mengharapkan bantuan dana finasial untuk biaya perawatan serta operasi penyakit yang dideritanya dari para donatur. Sedangkan kondisi terakhir ibunya sampai saat ini masih shock dan sulit untuk diajak bicara. (mr-130)
Mohammad yang menderita penyakit Mesenchymal atau benjolan di mata ini adalah anak dari Hatriyah, warga asli Aluh-aluh yang kost di jalan .Meratus Gg.3 Telaga No.7 Banjarmasin. Sehari-harinya Hatriyah bekerja sebagai buruh di Pasar Sudimampir Banjarmasin.
Menurut Khairil, Humas KPK, penggalangan dana belum dapat dipastikan dilakukan selama berapa hari. “Kita akan mengkonfirmasi ke dokter yang menangani penyakit Moahammad dulu tentang berapa jumlah biaya untuk melakukan operasi penyakit yang dideritanya. Kalau hasil penggalangan dana hari ini mencukupi untuk biaya operasi Mohammad, maka penggalangan dana hanya dilakukan sehari saja, tapi apabila dana yang kami himpun masih belum mencukupi, berarti penggalangan dana terus kami lakukan selama kira – kira tiga hari.
Penggalangan dana yang melibatkan langsung para anggota BPK Banjarmasin, anggota Tim Emergency Banjarmasin, mahasiswa, dan sejumlah wartawan media cetak serta masyarakat pada hari Minggu tadi berhasil menghimpun dana senilai Rp 10.976.000 dari para penyumbang yang kebetulan melewati perempatan jalan Sudirman maupun para pengunjung pasar Ramadan Banjarmasin.
“Selain penggalangan dana langsung di jalanan, kami juga menghimpun dana melalui rekening BNI, atas nama KPK : 0283601826. Sedari hari ini sudah ada beberapa orang donatur yang menyumbang melalui nomor rekening tersebut, dan besok hari senin, jumlah dana pada hari ini akan kami gabungkan dengan jumlah dana yang dihimpun dari beberapa donatur yang mengirimkan sumbangan melalui rekening”, ujar Pazri, Ketua KPK.
Sekarang, Mohammad sudah dirawat di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin ruang Teratai sejak Jumat (19/7) lalu dan sangat mengharapkan bantuan dana finasial untuk biaya perawatan serta operasi penyakit yang dideritanya dari para donatur. Sedangkan kondisi terakhir ibunya sampai saat ini masih shock dan sulit untuk diajak bicara. (mr-130)
