Wartawan-Mahasiswa Galang Dana Untuk Bayi Penderita Hidrocepalus



BANJARMASIN - Mahasiswa dan wartawan di Banjarmasin kemarin (23/12) menggalang dana kemanusiaan untuk balita penderita hidrocepalus Ilma Nafia, yang beberapa lalu diberitakan di beberapa media massa. Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Unlam, bersama dengan wartawan, dan gabungan emergency, BPK/PMK, serta elemen masyarakat, turut serta menggalang dana di areal car free day, sekitaran Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin.

"Kami menggalang dana sebagai bentuk solidaritas untuk kemanusiaan, membantu adik kami, yang menderita hydrocepalus dan memerlukan bantuan," kata koordinator aksi penggalangan dana, Muhamad Pazri kepada Radar Banjarmasin. Dikatakannya, aksi gabungan ini atas nama Komunitas Peduli Kemanusiaan (KPK). Rencananya dana yang terkumpul akan diserahkan langsung untuk membantu pengobatan Balita Ilma Nafia.

"Kami ingin mengimbau kepada warga Banjarmasin pada khususnya, dan Kalsel pada umumnya, agar terketuk hatinya untuk membantu adik kita ini. Bantuan kita, sangat berarti untuknya," tambah Pazri lagi. Menurut pantauan Radar Banjarmasin, meski hujan mengguyur sejak pagi hari, semangat penggalangan dana tidak surut. Antusias masyarakat juga cukup baik dan mendukung penggalangan dana ini.

"Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini dapat membantu, walaupun jumlahnya mungkin tak terlalu besar," tandasnya. Untuk aksi kemarin, dana yang terkumpul mencapai Rp 10 juta lebih. Uang yang terdiri dari uang kertas dan logam itu berasal dari masyarakat yang peduli, bukan hanya yang ada di areal car free day, namun juga dari para pengguna jalan.

"Aksi hari pertama, pengumpulan dana peduli Ilma Nafia,balita penderita Hidrosefalus, di Car Free Day Banjarmasin, alhamdulillah, beberapa jam turun ke jalan,total dana yang terkumpul yaitu  Rp 10.093.200," jelasnya. Sementara, koordinator Forum Komunikasi Jurnalis Kalsel (FKJK), Risanta mengatakan para wartawan juga ingin turut berkontribusi membantu balita penderita Hidrocepalus.

"Pembiayaan pengobatan membutuhkan dana besar. Apalagi keluarga balita ini memang kurang mampu," katanya. Hidrocephalus sendiri adalah suatu keadaan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan cerebrospinal (CSS) dengan atau pernah dengan tekanan intra kranial yang meninggi sehingga terdapat pelebaran ruangan tempat mengalirnya CSS. (sip)

Arsip Berita 2012 : www.radarbanjarmasin.co.id 

0 Komentar

Advokat & Konsultan Hukum

DR Muhamad Pazri SH MH adalah advokat dan akademisi hukum terkemuka asal Kalimantan Selatan yang menjabat sebagai Direktur Utama Borneo Law Firm.