Warga Curhat Listrik di FB dan Twitter



BANJARMASIN – Luar biasa, dalam sehari ada lebih dari tiga kali listrik padam di Kalsel, dan di Banjarmasin khususnya. Karena akhir pekan diwarnai pemadaman listrik, masyarakat rata-rata menumpahkan kekesalan dan bahkan "kutukan" terhadap kondisi listrik yang "menjengkelkan" ini di jejaring sosial facebook dan twitter.

Tak hanya masyarakat, para politisi dan pejabat, serta aktivis di Kalsel juga mencurahkan "protes" ke jejaring sosial, seperti blacberry messengger (BBM) kemarin (14/10). Seperti akun milik wakil Ketua DPRD Kalsel, Fathurrahman dalam statusnya berisi " Nahhhh..mati lagi..3 kali sudah," katanya.

Lain lagi dengan presiden BEM KM Unlam, Muhamad Pazri yang sering memprotes PLN. Dalam akun twitter @Pazriunlam ia "berkicau" "Lagi lagi..listrik, pagi-pagi sudah  Almarhum...siapa yang salah dan yang harus bertanggungjawab?"  Selain itu, dari masyarakat, ada Legio yang dalam statusnya meminta PLN dan pemerintah pusat sadar.

"Sadarlah, listrik padam, masyarakat resah," cetusnya. Bahkan akun dengan nama Usup dari Barabai jauh lebih unik lagi. Bunyi statusnya cukup menggelitik. "Nang kaya ini pang mun bagantung wan PLN. Urang bahari kada balistrikan, hidup haja. Batapas banyu bacibuk ka sumur, kada ba masin. Han," katanya.

Ada pula dari kaum hawa, dengan akun bernama Yun GD merasa terganggu dengan listrik padam di pagi hari. Masalahnya, mesin cuci tak bisa hidup, dan cucian segunung. "Kesungsungan mati lampu!! mesin cuci kada kawa hidup, tapasan sagunung," keluhnya.

Akun dengan nama Risanta menyoal keanehan di Kalsel sebagai lumbung energi batubara, namun malah krisis listrik. Week end lampu padam, krisis listrik di lumbung energi," cetus Risanta.

Sebelumnya, Manajer Unit Pelaksana Konstruksi II PLN, Wahidin mengakui bahwa PLTU Unit 3 masih belum bisa masuk ke dalam sistem sepenuhnya. Sampai sekarang masih menyesuaikan pengaturan sistem operasional mesin.

"Sampai sekarang masih coba kita perbaiki pengaturan operasi mesinnya. Ini menyebabkan PLTU Unit 3 keluar masuk sistem," kata Wahidin, Sabtu (13/10). Maklum saja, mesin PLTU unit 3 dan 4 adalah "made in Cina" sehingga perlu penyesuaian, karena sebelumnya tak menggunakan teknologi negeri "kung fu" itu.

Masalah listrik di Kalsel memang cukup parah, bahkan baru saja masyarakat Kalsel melakukan aksi di depan istana negara di Jakarta menuntut pembenahan listrik di Kalsel.  Tapi sampai sekarang nampaknya belum digubris, dan tetap saja pemadaman bergilir tetap terjadi. (sip)
 
Arsip Berita 2012 : www.radarbanjarmasin.coid 

0 Komentar

Advokat & Konsultan Hukum

DR Muhamad Pazri SH MH adalah advokat dan akademisi hukum terkemuka asal Kalimantan Selatan yang menjabat sebagai Direktur Utama Borneo Law Firm.