Tenda Aspirasi Dibubarkan Oleh Segerombolan Orang Tak Dikenal



BANJARMASIN - Tenda aspirasi mahasiswa memperjuangkan kemandirian listrik, bertempat di seberang rumah jabatan Gubernur Kalsel kemarin (4/11) dini hari dibubarkan oleh segerombol orang tak dikenal.

Kronologis bermula saat para mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalsel mendirikan tenda aspirasi rakyat di seberang rumjab Gubernur sekitar pukul delapan malam. Mereka berencana melakukan aksi damai agar krisis listrik di Kalsel diselesaikan.

Ketua KAMMI Kalsel, Laifvan mengaku tak mengetahui siapa segerombolan orang tersebut. "Saya juga tak mengetahui pasti siapa, yang jelas tenda kami dibubarkan oleh banyak orang tak dikenal," katanya. Menurutnya, saat itu para aktivis KAMMI sedang duduk dan beristirahat sebagian. Namun sekitar 20 orang mendatangi tenda.

"Kami juga kaget, dan spontan membubarkan diri. Kami hanya menyampaikan aspirasi," tuturnya. Terpisah, pengamat politik dan sosial dari FISIP Unlam, Budi Suryadi menilai, hal ini pertanda demokrasi kita sedang disandera dan dibajak oleh kelompok masyarakat lainnya. Pembubaran kelompok tidak dilakukan oleh institusi yang berwenang tetapi oleh kelompok lain.

“Ini sebenarnya sangat membahayakan makna demokrasi yang sedang kita pahami bersama, dimana kebebasan kelompok dijamin konstitusi sebagai wujud kebebasan menyatakan pendapat,” cetusnya. Peristiwa semacam ini, katanya, tentu harus dihindari agar tatanan kekuatan di masyarakat tidak saling berbenturan yang membahayakan masa depan demokrasi.

“Seharusnya tidak boleh ada hal seperti ini,” ucapnya. Sementara itu, menanggapi adanya pembubaran tenda aspirasi mahasiswa, Presiden Mahasiswa BEM KM Unlam, Muhamad Pazri merasa hal-hal tersebut tak seharusnya terjadi. Dikatakan Pazri, di zaman reformasi seperti ini tidak tersebut bisa mencederai kebebasan berpendapat dan melanggar undang-undang.

"Sudah tidak zamannya lagi seperti itu," ucap Pazri. Ia meminta, Gubernur Kalsel tak membiarkan hal itu dan menjaga stabilitas keamanan di Kalsel. Apalagi kejadian pembubaran terjadi di seberang rumah jabatan gubernur.

"Pak Gubernur kami minta menjaga stabilitas keamanan di Kalsel. Jangan sampai Kalsel malah terlihat tak kondusif, terutama dalam menyampaikan aspirasi. Apalagi tenda mereka kan sangat dekat dengan kediaman gubernur," urainya. (sip)
Arsip Berita 2012 : www.radarbanjarmasin.co.id 

0 Komentar

Advokat & Konsultan Hukum

DR Muhamad Pazri SH MH adalah advokat dan akademisi hukum terkemuka asal Kalimantan Selatan yang menjabat sebagai Direktur Utama Borneo Law Firm.