BANJARMASIN - Aksi penggalangan 1.000 ton koin Pembangkit Listrik Independen (PLI) yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unlam, mendapat perhatian dari Gubernur Kalsel Rudy Ariffin. Meski mendukung semangat yang dilakukan oleh BEM Unlam.
namun Rudy malah mempertanyakan apakah bisa koin yang dikumpulkan untuk membangun pembangkit listrik independen.
“Aksi itu merupakan hal yang wajar. Baik demo maupun pengumpulan koin, bagus. Saya mendukung semangat mereka untuk memberitahu bahwa di Kalimantan sedang krisis listrik.
Tapi bagi saya, apakah bisa cukup dengan mengumpulkan koin dapat menyelesaikan masalah,” ujarnya kemarin (16/10). Namun demikian, Rudy mendukung aksi-aksi yang digelar. Seperti aksi demo yang dilakukan di Jakarta, belum lama tadi.
Aksi tersebut, menurutnya penting agar pemerintah pusat dapat mengetahui bagaimana keadaan sebenarnya yang ada di daerah. Termasuk krisis listrik yang dialami oleh Kalimantan. “Saya sangat memberikan apresiasi kepada aksi demo di Jakarta itu.
Meski kami tidak berangkat, saya memastikan bahwa Pemprov Kalsel juga terus mengupayakan untuk dapat memenuhi agar krisis listrik dapat diselesaikan,” tambahnya. Ia menilai, wajar masyarakat memprotes adanya krisis listrik ini. Pasalnya, ada keinginan dan harapan warga untuk bisa menikmati listrik lebih baik lagi.
Apalagi melihat kondisi listrik, dimana Kalsel memproduksi batubara cukup besar, tapi kondisi listrik yang pas-pasan. “Pemprov memastikan akan mendukung terus segala kepentingan yang mewakili masyarakat,” tegasnya.
Sementara Presiden BEM Unlam, Muhamad Pazri mengatakan, aksi pengumpulan 1000 ton koin untuk membangun pembangkit listrik independen adalah bentuk kekecewaan terhadap kondisi listrik di Kalsel. "Masalah listrik di Kalsel tidak selesai-selesai. Makanya kita kumpulkan dana saja membangun pembangkit listrik independen," katanya kepada Radar Banjarmasin.
Pengumpulan koin sampai 1000 ton tersebut, ujarnya, memungkinkan jika masyarakat Kalsel mau bersatu. Mengatasi masalah listrik di Kalsel, kata ia, tak bisa sendiri-sendiri. "Harus bersatu. Salah satunya mengumpulkan koin," tandasnya.
Sementara itu, BEM Unlam kembali menggelar aksi yakni konser bertajuk penggalangan koin untuk PLI. Yakni dengan mengadakan penampilan musik di depan Masjid Sabilal Muhtadin, kemarin (16/10) sore. (mrn)
Arsip Berita 2012 : www.radarbanjarmasin.co.id
