BANJARMASIN – Rencana 55 anggota DPRD Kalsel “boyongan” menonton PON XVII di Riau September mendatang akhirnya memantik respon beberapa aktivis di Kalsel. Mereka meminta dewan transparan soal dana akomodasi dan keberangkatan, serta tak menggunakan anggaran DPRD, karena dinilai mampu menggunakan dana pribadi.
Apalagi alasan untuk memberikan dukungan moril juga dianggap masih kabur, karena tak ada jaminan bahwa 55 anggota dewan tersebut tak menggunakan kesempatan ke Riau hanya untuk “jalan-jalan”
“Pakai uang sendiri lah, kenapa mesti pakai uang rakyat. Kalau mau dukung, ya silakan, dan kalau serius berarti rela gunakan uang pribadi. Intinya jangan pakai uang rakyat,” kata Presiden BEM KM Unlam, Muhamad Pazri kepada Radar Banjarmasin kemarin (29/8) siang.
Menurutnya, untuk mendukung secara moril, sebenarnya tak harus juga semua anggota DPRD Kalsel “melancong” ke sana. Apalagi fungsi DPRD Kalsel di daerahnya tentu masih diperlukan. Karena jika semua pergi ke Riau, otomatis kantor dewan bakal kosong, dan masyarakat terganggu untuk menyampaikan aspirasi.
“Jangan semuanya juga lah, mestinya tetap ada yang tinggal di Kalsel. Kalau masyarakat mau menyampaikan aspirasi bagaimana, kan susah. Jadi para wakil rakyat ini harus bijak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KAMMI Kalsel, Laifvan Suffi Irwani menganggap keberangkatan para wakil rakyat tersebut harus transparan, memakai uang rakyat atau uang pribadi.
Jika menggunakan uang pribadi, maka menurutnya perlu didukung, namun jika menggunakan uang rakyat, sebaiknya dibatalkan saja.
“Tidak masalah kalau mau nonton PON dan mendukung para atlet Kalsel, namun dengan catatan pakai uang sendiri. Jangan beralasan juga, kalau anggota dewan ada anggaran kunker. Kalau bisa pakai uang sendiri kenapa tidak, katanya mau mendukung. Kalau pakai uang rakyat, ya mending beri dukungan dalam bentuk lain,” cetusnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Iqbal Yudiannoor mengatakan, kunjungan dewan pada PON Riau nanti sah-sah saja, agar dapat memberikan motivasi bagi atlet Kalsel untuk meraih prestasi di ajang nasional tersebut.
“Wajar lah. Lagipula di sana cuma tiga hari, dan fokus untuk memberikan dukungan. Kita juga sudah mengatur supaya hal ini tak mengganggu agenda DPRD Kalsel,” ucapnya. (sip/az/tri)
Arsip Berita : www.radarbanjarmasin.co.id
