BANJARMASIN - Hari ini (6/9)
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unlam berjanji bakal "ngamuk" di DPRD
Kalsel. Mereka sejak kemarin sudah mempersiapkan aksi untuk membatalkan
keberangkatan 55 anggota dewan ke PON XVII Riau karena menggunakan uang
rakyat.
Bahkan para mahasiswa "jas kuning" ini juga mengancam akan memberikan "kejutan" dan membuat jera para wakil rakyat tersebut, karena dianggap "menyepelekan" duit rakyat hanya untuk "menonton" PON di Riau.
"Kami sudah menyiapkan aksi untuk besok (hari ini). Kami akan memberikan kejutan biar para wakil rakyat sadar dan jera," ungkap Presiden BEM Unlam, Muhamad Pazri, Rabu (5/9) pagi.
Saat ditanya, kabar BEM Unlam akan menghadiahkan "pakaian dalam" kepada DPRD Kalsel, Pazri hanya tersenyum. Ia tak mau membocorkan "kejutan" yang mereka maksud. Ia hanya mengatakan, akan membuat jera.
"Pokoknya lihat saja. Kami akan memberikan kejutan kepada para wakil rakyat. Sudah gerah melihat kengototan mereka yang rela memakai duit rakyat, hanya untuk menonton. Pakai duit pribadi dong,” cetusnya.
Sementara itu, menurut informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin dari anggota Komisi IV, Nasrullah AR dan anggota Komisi II, H Husaini Aliman, biaya keberangkatan pimpinan dan anggota DPRD Kalimantan Selatan ke Riau untuk menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dijadwalkan tanggal 10 September 2012, yang akan menggunakan dana APBD Kalsel 2012. Namun ternyata, dana tersebut tidak ada teranggarkan di APBD.
“Kalau saya sih tak akan berangkat jika menggunakan dana APBD. Saya berangkat dengan dana sendiri,” kata Nasrullah.
Hal ini, katanya, sudah ia konsultasikan dengan pihak BPKP. Ia mengingatkan pula kepada anggota dewan lain agar berhati-hati menggunakan dana APBD, apalagi kalau dana tersebut untuk biaya-biaya kegiatan dewan.
“Menurut penjelasan BPKP, jika menggunakan dana APBD, harusnya dianggarkan di awal tahun,” cetusnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kalsel Nasib Alamsyah mengaku siap menghadapi "ancaman" mahasiswa untuk memberikan "kejutan" jika dewan tetap berangkat "nonton" PON XVII Riau menggunakan "duit' rakyat pertengahan September ini.
Bahkan Nasib juga mempersilakan jika BPK mau memeriksa DPRD Kalsel terkait penggunaan APBD Kalsel untuk keberangkatan 55 wakil rakyat tersebut. "Mahasiswa harusnya mengerti, kami ke Riau bukan untuk ramai-ramai. Ini untuk mendukung atlet kita di sana," kata Nasib. (sip/az/tri)
Arsip Berita 2012 : www.radarbanjarmasin.co.id
Bahkan para mahasiswa "jas kuning" ini juga mengancam akan memberikan "kejutan" dan membuat jera para wakil rakyat tersebut, karena dianggap "menyepelekan" duit rakyat hanya untuk "menonton" PON di Riau.
"Kami sudah menyiapkan aksi untuk besok (hari ini). Kami akan memberikan kejutan biar para wakil rakyat sadar dan jera," ungkap Presiden BEM Unlam, Muhamad Pazri, Rabu (5/9) pagi.
Saat ditanya, kabar BEM Unlam akan menghadiahkan "pakaian dalam" kepada DPRD Kalsel, Pazri hanya tersenyum. Ia tak mau membocorkan "kejutan" yang mereka maksud. Ia hanya mengatakan, akan membuat jera.
"Pokoknya lihat saja. Kami akan memberikan kejutan kepada para wakil rakyat. Sudah gerah melihat kengototan mereka yang rela memakai duit rakyat, hanya untuk menonton. Pakai duit pribadi dong,” cetusnya.
Sementara itu, menurut informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin dari anggota Komisi IV, Nasrullah AR dan anggota Komisi II, H Husaini Aliman, biaya keberangkatan pimpinan dan anggota DPRD Kalimantan Selatan ke Riau untuk menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dijadwalkan tanggal 10 September 2012, yang akan menggunakan dana APBD Kalsel 2012. Namun ternyata, dana tersebut tidak ada teranggarkan di APBD.
“Kalau saya sih tak akan berangkat jika menggunakan dana APBD. Saya berangkat dengan dana sendiri,” kata Nasrullah.
Hal ini, katanya, sudah ia konsultasikan dengan pihak BPKP. Ia mengingatkan pula kepada anggota dewan lain agar berhati-hati menggunakan dana APBD, apalagi kalau dana tersebut untuk biaya-biaya kegiatan dewan.
“Menurut penjelasan BPKP, jika menggunakan dana APBD, harusnya dianggarkan di awal tahun,” cetusnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kalsel Nasib Alamsyah mengaku siap menghadapi "ancaman" mahasiswa untuk memberikan "kejutan" jika dewan tetap berangkat "nonton" PON XVII Riau menggunakan "duit' rakyat pertengahan September ini.
Bahkan Nasib juga mempersilakan jika BPK mau memeriksa DPRD Kalsel terkait penggunaan APBD Kalsel untuk keberangkatan 55 wakil rakyat tersebut. "Mahasiswa harusnya mengerti, kami ke Riau bukan untuk ramai-ramai. Ini untuk mendukung atlet kita di sana," kata Nasib. (sip/az/tri)
Arsip Berita 2012 : www.radarbanjarmasin.co.id
