BANJARMASIN – Aksi menggugat keadilan pembangunan
dan infrastruktur listrik Kalsel di depan Istana Negara akan
dilaksanakan hari ini (11/10). Forum Peduli Banua (FPB) akan
menyampaikan petisi gugatan listrik kepada Presiden RI Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY).
Sejak kemarin, para aktivis ormas, BEM, LSM dan organisasi
kemahasiswaan sudah mulai berangkat ke Jakarta. BEM KM Unlam juga
membawa perwakilannya pada aksi tersebut. “Memang masih belum ada
kepastian, tapi kita akan tetap menjalankan aksi di depan Istana Negara.
Kalau mendapat halangan, kita aksi ke DPR RI dan PLN pusat,” kata
Ibnu Sina, Koordinator FPB kepada Radar Banjarmasin kemarin (11/10)
siang. Massa yang akan turun pada aksi FPB hari ini, diprediksi akan
mencapai 500 orang. Gabungan dari warga Kalsel, dan orang Banjar yang
ada di Jakarta, termasuk para mahasiswa Banjar di UI dan universitas
lain di ibukota.
“Target kita 500 orang peserta, sudah kita koordinasikan. Biar
pemerintah pusat mengetahui dan mendengar tuntutan Kalsel agar
infrastruktur listrik dibenahi,” cetusnya. Ia mengakui, FPB diminta agar
tak melakukan aksi di depan Istana Negara oleh aparat keamanan di
Jakarta.
Aksi juga tak boleh dilaksanakan pagi hari, harus sore hari. Hal ini
membuat FPB merasa seolah-olah “dihalangi” untuk melakukan aksi menuntut
pembangunan infrastruktur listrik yang memadai di Kalsel. “Kita
disarankan untuk tidak aksi di depan Istana Negara.
Pokoknya maju terus lah, tidak peduli, karena kita menyampaikan aspirasi rakyat Kalsel dengan damai, dan tak anarkis,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Unlam, Muhamad Pazri menyatakan keikutsertaan mereka pada aksi hari ini di Jakarta.
BEM KM Unlam, katanya, sangat sedih dengan krisis listrik yang
terjadi di Kalsel. Penghasil batubara nomor dua di Kalsel menurutnya tak
layak mengalami krisis listrik seperti sekarang.
“Kami sekitar tiga orang akan berangkat ke Jakarta besok (hari ini),
kami dari BEM KM Unlam menuntut pemerintah pusat segera memperhatikan
kondisi kelistrikan di Kalsel. Sampai sekarang SDA dikeruk dan dikirim
ke pulau Jawa, namun kita tak mendapatkan banyak keuntungan, malah
listrik biarpet,” timpalnya.
Rencananya, rute aksi akan start di Istana Negara, kemudian ke DPR
RI dan PLN Pusat, serta menyampaikan aspirasi di bundaran HI Jakarta.
Aksi demo ini adalah kelanjutan dari aksi blokir tongkang batubara di
sungai Barito beberapa waktu lalu. Namun tuntutannya berbeda.
Sementara itu Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum dan Politik Hadi
Soesilo mengaku sangat mendukung akan adanya aksi tersebut. Pasalnya
selama ini Pemerintah Pusat seakan tidak memperhatikan keadaan di
daerah.
“Saya sangat mendukung. Ini sangat penting, sebab pusat seakan tidak
melihat bagaimana kondisi di masyarakat. Kalau memungkinkan saya akan
berangkat ke Jakarta,” ucapnya. (sip/mrn)
Arsip Berita 2012 : www.radarbanjarmasin.co.id
