DEMO BEM SI-Sejumlah mahasiswa se tanah air yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif
Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEMSI) menggelar aksi turun ke jalan dan long march
di Banjarmasin, Rabu (7/11). Para mahasiswa juga mampir ke gedung DPRD Kalsel
dan meminta para wakil rakyat mendukung deklarasi yang mereka namai ‘Borneo
Menggugat.(foto: iman satria-brt)
Banjarmasin,
BARITO
Sejumlah
mahasiswa se tanah air yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh
Indonesia (BEMSI) menggelar aksi turun ke jalan dan long march di Banjarmasin,
Rabu (7/11). Para mahasiswa juga mampir ke gedung DPRD Kalsel dan meminta para
wakil rakyat mendukung deklarasi yang mereka namai ‘Borneo Menggugat.
Sebelum melakukan long march, para delegasi
BEM se Indonesia itu berkumpul di halaman belakang Masjid Raya Sabilal Muhtadin
Banjarmasin. Mereka kemudian berjalan kaki menuju Jalan Lambung Mangkurat, dan
mampir ke gedung DPRD Kalsel.
Di gedung wakil rakyat itu, ratusan mahasiswa sempat tertahan karena dihadang sejumlah polisi di pintu masuk. Penghadangan itu membuat para mahasiswa emosi, dan berteriak-teriak menyerukan ‘’dobrak pintunya.
Di gedung wakil rakyat itu, ratusan mahasiswa sempat tertahan karena dihadang sejumlah polisi di pintu masuk. Penghadangan itu membuat para mahasiswa emosi, dan berteriak-teriak menyerukan ‘’dobrak pintunya.
Para mahasiswa juga meminta ketua
DPRD dan anggotanya keluar. Ketua BEM Unlam Banjarmasin Muhammad Pazri
ini
memberi waktu tiga menit kepada para wakil rakyat untuk keluar. Tidak
berapa lama, Wakil Ketua DPRD Kalsel Riswandi dan beberapa anggota dewan
keluar menemui para mahasiswa.
"Anggota DPRD sebagian ada yang reses.
Sekarang hanya tinggal Komisi IV yang sedang rapat, Mereka sudah kami minta
turun," kata politisi PKS itu dengan santun.
Pazri menyampaikan kedatangan mereka untuk meminta dukungan wakil rakyat terkait deklarasi hasil Rakernas BEM Seluruh Indonesia yang diberi nama ‘Borneo Menggugat’.
Pazri menyampaikan kedatangan mereka untuk meminta dukungan wakil rakyat terkait deklarasi hasil Rakernas BEM Seluruh Indonesia yang diberi nama ‘Borneo Menggugat’.
Isi deklarasi itu, yakni batalkan Undang-Undang
Perguruan Tinggi, tolak kuliah mahal, nasionalisasi Blok Mahakam, reformasi pengelolaan listrik dan segera
tuntaskan korupsi yang di Indonesia, baik di daerah maupun, provinsi serta
wujudkan ketahanan energi di Indonesia.
"Deklarasi ini harus didukung wakil rakyat. Kalau tidak akan kita cabut mandatnya karena tidak sesuai dengan hati nurani masyarakat," cetus Pazri.
Riswandi menyatakan, DPRD Kalsel mendukung deklarasi yang dihasilkan dalam Rakernas BEMSI itu. Hal itu dibuktikan Riswandi dan sejumlah anggota dewan dengan ikut mengucapkan ikrar deklarasi ‘Borneo Menggugat’ yang dipandu M Pazri, layaknya pejabat mengucapkan sumpah. Para wakil rakyat itu juga membubuhkan tanda tangan di atas spanduk yang dibentangkan mahasiswa.
"Deklarasi ini harus didukung wakil rakyat. Kalau tidak akan kita cabut mandatnya karena tidak sesuai dengan hati nurani masyarakat," cetus Pazri.
Riswandi menyatakan, DPRD Kalsel mendukung deklarasi yang dihasilkan dalam Rakernas BEMSI itu. Hal itu dibuktikan Riswandi dan sejumlah anggota dewan dengan ikut mengucapkan ikrar deklarasi ‘Borneo Menggugat’ yang dipandu M Pazri, layaknya pejabat mengucapkan sumpah. Para wakil rakyat itu juga membubuhkan tanda tangan di atas spanduk yang dibentangkan mahasiswa.
Riswandi menyatakan,
pihaknya sangat mendukung aspirasi BEMSI yang disampaikan ke dewan. Namun, dia
juga mengharapkan agar kewenangan itu benar-benar diberikan pemerintah pusat kepada
daerah otonom.
"Masalah ini
sudah kita sampaikan ke pusat dan DPR. Ini problem sistematik karena otonomi
daerah yang setengah hati," kritiknya.
Wakil Ketua
DPRD Fathurrahman dan anggota Komisi II Husaini Aliman juga menyatakan dukungan
terhadap deklarasi Borneo Menggugat. Fathurrahman secara khusus menyoroti kondisi
kelistrikan di Kalsel, yang diakuinya masih sangat memprihatinkan dan
mengecewakan.
Seusai
menggelar aksi di gedung DPRD Kalsel, ratusan mahasiswa se Indonesia itu
melanjutkan long march ke bundaran depan Kantor Pos Besar Banjarmasin. Di
tempat ini mereka kembali menggelar orasi secara bergantian. Aksi para aktivis
BEMSI itu menarik perhatian para pengguna jalan.
Tak lama
berorasi di bundaran, para delegasi BEM se Nusantara itu kembali bergerak
melewati Jalan Pangeran Samudera, menuju kediaman dinas Gubernur Kalsel di
Jalan Soeprapto. Mereka dikawal puluhan polisi dan anggota Satpol PP.
Di depan
kediaman dinas gubernur, para mahasiswa lagi-lagi berorasi, yang salah satunya mengkritik
lambannya pemerintah daerah menyikapi kondisi di banua, terutama terkait
persoalan krisis listrik.
Di tengah
aksi itu, ada beberapa mahasiswa yang mencoba melepaskan spaduk milik salah
satu ormas kepemudaan yang terbentang di pagar Mahligai Pancasila. Perbuatan
mahasiswa itu tak urung membuat marah beberapa aktivis ormas kepemudaan
tersebut. Untung saja pihak kepolisian bertindak sigap sehingga
tak terjadi insiden bentrokan kedua belah pihak.sop
