BANJARMASIN - Aksi
pengumpulan 1000 ton koin untuk pembangkit listrik independen (PLI) di
Kalsel oleh aktivis mahasiswa dari BEM KM Unlam dalam beberapa hari ke
depan akan mencapai puncaknya. Mereka siap “meluruk” koin yang sekarang
mencapai 35 kg kepada Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin.
Presiden BEM KM Unlam, Muhamad Pazri
mengatakan, aksi yang mereka lakukan terus berlanjut, apalagi jelang
rapat kerja nasional BEM seluruh Indonesia, Unlam menjadi tuan rumah
pada awal November ini. Pada rakernas BEM seluruh Indonesia ini, akan
dibahas masalah kemandirian energi, khususnya untuk Kalimantan.
“Uang receh yang sudah kita kumpulkan
siap kita serahkan kepada Gubernur Kalsel secara simbolik. Sudah ada
sekitar 35 kilogram yang terkumpul. Ini sebagai simbol bahwa Gubernur
Kalsel, harus mendukung upaya kemandirian energi di Kalsel. Jangan
sampai Kalsel krisis listrik terus,” katanya.
Lalu apakah upaya gerakan pengumpulan
koin sebanyak 1000 ton gagal mencapai target? Menurut Pazri tidak ada
yang gagal dalam usaha mereka. Usaha mereka, katanya, murni untuk
membangkitkan kesadaran masyarakat dan menyuarakan bahwa Kalsel tak
layak merasakan krisis listrik.
Gerakan pengumpulan koin untuk
pembangkit listrik independen itu, lanjutnya, sudah banyak mendapat
dukungan, baik dari pejabat sampai kalangan masyarakat bawah.
“Tidak ada yang gagal. Kami berhasil
menggalang dukungan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat soal
ketidakadilan infrastruktur listrik ini. Kalsel kan ibarat ayam mati di
lumbung padi. Batubara banyak, listrik mati,” cetusnya.
Selanjutnya, kata Pazri, ratusan BEM
seluruh Indonesia akan hadir ke Banjarmasin di awal November. Dalam
rakernas BEM seluruh Indonesia (SI), akan diupayakan adanya pembahasan
kemandirian energi untuk Indonesia, terutama Kalimantan.
“Kemungkinan isu ini yang akan kita bawa
ke rakernas BEM SI awal November ini. Ratusan BEM seluruh Indonesia
siap tumpah ruah ke Banjarmasin,” kata Pazri. Menurutnya, rata-rata,
provinsi yang ada di Kalimantan masih belum memiliki kemandirian energi,
padahal Kalimantan adalah lumbung energi, seperti batubara, dan minyak.
direalisasikan di lapangan. Jadi tak hanya mengkritisi, namun solutif," urainya. (sip)
Arsip Berita 2012 : www.radarbanjarmasin.co.id
