Kamis, 6 September 2012 | 19:08 Wita
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mendengar kabar jika anggaran keberangkatan anggota dewan menggunakan APBD, mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) gerah, melakukan aksi dan orasi. Bahkan memberi hadiah berupa popok bayi untuk perwakilan di DPRD Kalsel.
Diterangkan Presiden BEM Unlam, Muhammad Pazri kepada BPost online, jika popok bayi itu merupakan hadiah simbol agar wakil rakyat yang mau pakai duit untuk pelesiran tidak membocorkan anggaran, jadi perlu diberi popok biar tidak bocor.
"Kami berikan untuk wakil ketua DPRD Kalsel, dari fraksi PPP, Fathurrahman dan Ketua DPRD Kalsel, Nasib Alamsyah. Agar popok bayi itu jadi simbol dan jadi efek jera," ujar Pazri, Kamis (6/9).
Dijadwalkan 10-13 September ini sebanyak 55 anggota DPRD Kalsel ramai-ramai nonton Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di Riau. Anggarannya, satu anggota dewan yang berangkat Rp 12 juta.
Rencana ini langsung mendapat protes keras dari para mahasiswa. Didesak, akhirnya melalui rapat disepakati jika keberangkatan tidak menggunakan dana APBD, namun uang pribadi masing-masing anggota dewan.
Bahkan terlontar kebijakan, bagi anggota dewan mau berangkat atau tidak, silahkan saja, namun tetap pakai uang masing-masing.
Diterangkan Presiden BEM Unlam, Muhammad Pazri kepada BPost online, jika popok bayi itu merupakan hadiah simbol agar wakil rakyat yang mau pakai duit untuk pelesiran tidak membocorkan anggaran, jadi perlu diberi popok biar tidak bocor.
"Kami berikan untuk wakil ketua DPRD Kalsel, dari fraksi PPP, Fathurrahman dan Ketua DPRD Kalsel, Nasib Alamsyah. Agar popok bayi itu jadi simbol dan jadi efek jera," ujar Pazri, Kamis (6/9).
Dijadwalkan 10-13 September ini sebanyak 55 anggota DPRD Kalsel ramai-ramai nonton Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di Riau. Anggarannya, satu anggota dewan yang berangkat Rp 12 juta.
Rencana ini langsung mendapat protes keras dari para mahasiswa. Didesak, akhirnya melalui rapat disepakati jika keberangkatan tidak menggunakan dana APBD, namun uang pribadi masing-masing anggota dewan.
Bahkan terlontar kebijakan, bagi anggota dewan mau berangkat atau tidak, silahkan saja, namun tetap pakai uang masing-masing.
