RAKERNAS BEM SELURUH INDONESIA 2012 @BEM KM UNLAM@ MUHAMAD PAZRI



Atmosfer reformasi telah kita rasakan lebih dari 12 tahun. Dengan penuh perjuangan para pemuda bangsa meneriakan dengan lantang suara hatinya yang mewakili segenap hati rakyat indonesia yang terbelenggu. Gerakan Mahasiswa merupakan refleksi perjuangan yang selalu melahirkan formula-formula yang dapat memecahkan segala permasalahan bangsa. Prosesi negeri ini untuk bergerak menjadi bangsa bermartabat haruslah lebih dari sekedar mimpi. Usaha-usaha yang tekun dalam Sumpah pemuda yang pernah diikrarkan pada 28 Oktober 1928, merupakan cikal- bakal pembentukan dan kebangkitan negara kesatuan republik indonesia. Saat itu, para pemuda bangsa datang dari segala penjuru negeri kita yang secara antusias menyatakan tiga inti ikrar gagasan perekat bangsa, yakni: "Satu Bangsa", "Satu Tanah Air", dan "Satu Bahasa Persatuan". Begitu pola dengan proklamasi kemerdekaan negeri ini yang diskenario oleh golongan pemuda bangsa, kemudian dikenal sebagai peristiwa Rengas dengklok. Penculikan oleh pemuda kepada salah satu tokoh penting di republik ini yang bernama Ir.soekarno membuahkan sebuah momentum besar keberlangsungan masa depan negeri ini. Penjajahan fisik dan mental oleh para penjajah yang berlangsung kurang lebih tiga setengah abad seakan hal yang tabu untuk dikatakan sebagai sebuah penghalang yang sulit untuk diruntuhkan. Dalam satu kurun perjuangan itu pula, muncullah tokoh-tokoh mahasiswa yang juga telah mengharu biru mengobarkan semangat perjuangan dalam rangka memperjuangkan nilai moral kebangsaan. Mengharu biru perjalanannya menyampaikan idealismenya kepada penguasa. Oleh karena itu, peran dan tanggung jawab sebagai mahasiswa pencetus perubahan bangsa adalah menjadi satu ikatan yang tidak terpisahkan dari setiap aliran darah dan nafas perjalanan negeri ini, dengan berkontribusi sepenuh hati karena bumi dan langit negeri ini sudah rindu untuk dilukis oleh impian. Tentang esok yang lebih baik. Mari bersatu, bergerak dan berjuang untuk ibu pertiwi!!!
Perjuangan mahasiswa tidak hanya berhenti setelah reformasi di teriakkan dan rezim orde baru di turunkan, namun perjuangan itu akan terus berlanjut sampai Negeri ini menjadi besar dan berdaulat. Meliputi harga diri, kehormatan, dan kemerdekaan untuk bersikap dan memberikan kemakmuran untuk seluruh rakyat, nusa dan bangsa. Waktu terus berputar dan proses pergantian zaman ke zaman yang juga menandakan pergantian rezim yang berkuasa di dalamnya, ternyata masih banyak menyisakan berbagai polemik permasalahan yang tak kunjung usai, yang sesungguhnya merupakan permasalahan yang sama namun ditemukan pada zaman, waktu, dan pelaku yang berbeda. Apakah hal ini menandakan transformasi cita-cita bangsa ini tidak menjadi sempurna?. Atau memang para pelaku zamannya yang tidak betul-betul berupaya untuk melakukan perubahan untuk bangsa ini. Cita-cita itu akan pupus manakala dari gerakan mahasiswa cenderung untuk tidak melakukan perjuangannya.
Terformulasikan dalam suatu bangunan yang strategis, atau bahkan menyimpan kepentingan pragmatis. Memilih bentuk perjuangan yang bersifat individualistis dan sektoral tanpa makna kebersamaan perjuangan yang terangkum dalam sebuah strategi gerakan. Hegemoni politik luar negeri, monopoli ekonomi, kesenjangan sosial,dan degradasi moral, merupakan serangkaian musuh bersama yang harus dilawan. Perlu ada persamaan pemahaman di antara kelompok gerakan mahasiswa, bahwa kita memiliki potensi, baik ide, gagasan, maupun kebersamaan dalam menghadapi penjajahan ekonomi, iptek dan politik yang belum tuntas. Berbekal kesadaran itulah, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berupaya memberikan andil yang sebesar-besarnya untuk berkontribusi aktif mengawal perjalanan hidup bangsa dalam sebuah pertemuan sekaligus Rapat Kerja Nasional yang di adakan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.

0 Komentar

Advokat & Konsultan Hukum

DR Muhamad Pazri SH MH adalah advokat dan akademisi hukum terkemuka asal Kalimantan Selatan yang menjabat sebagai Direktur Utama Borneo Law Firm.